Cari Blog Ini

Kamis, 10 November 2011

No Resi Bukti Pengiriman

No Resi adalah no bukti pengiriman produk yang dipesan kepada konsumen yang dapat diperiksa pada biro pengiriman yang disepekati, berikut adalah no resi pengiriman paket kapsul kelor :
  1. 1629031000002 - JNE - Bpk Mas Adi
  2. 1645273600008 - JNE - Bpk Buanergis G
  3. 1669761050007 - JNE - Bpk Mulyanto
  4. 1651266100004 - JNE - Bpk Edison S
  5. 1669760850004 - JNE - Bpk E Basuki
  6. 1687336660000 - JNE - Ibu Aida
  7. 1678613230009 - JNE - Ibu Aida
  8. 1651319250007 - JNE - Ibu Eni
  9. 1678627180000 - JNE - Bpk Yudi
  10. 1678691560005 - JNE - Ibu Agnes
  11. 1666373810005 - JNE - Bpk Jhon Haris
  12. 1666373740005 - JNE - Bpk Yusuf Janwar
  13. 1669768510009 - JNE - Bpk Mulyanto
  14. 1666373720007 - JNE - Bpk Brenli
  15. 1629041350005 - JNE - Ibu Sutarmi
  16. 1669768520008 - JNE - Ibu Sri
  17. 1633845040000 - JNE - Ibu Nurisma
  18. 1633916420007 - JNE - Ibu Nurina Kusuma I
  19. 1666373830003 - JNE - Ibu Ratna Yulianti
  20. 1629058310009 - JNE - Bpk Dedy Herianto
  21. 1645252790003 - JNE - Ibu Endang P
  22. 1651266090009 - JNE - Bpk Mulya S
  23. 1645268860004 - JNE - Bpk Ramses
  24. 1645255600002 - JNE - Ibu Angelica D
  25. 1669711470008 - JNE - Bpk Suyudi
  26. 1645252760006 - JNE - Ibu Eni
  27. 1669740580008 - JNE - Ibu Herlina Yamani
  28. 1678691580003 - JNE - Ibu Sri Hastuti
  29. 1645235720002 - JNE - Ibu Christamaya
  30. 1669711640005 - JNE - Ibu Mila Kurniawati
  31. 1645236750001 - JNE - Bpk Mansyur (Terapis)
  32. 1651260290008 - JNE - Ibu Dessy Natalia Malia
  33. 1645252810008 - JNE - Bpk Heri
  34. 1645252770005 - JNE - Bpk Megantono
  35. 1666346520009 - JNE - Ibu Louise Rondonuwu
  36. 1666373760003 - JNE - Bpk Sarjito
  37. 1666346530008 - JNE - Ibu Ria
  38. 1669767790006 - JNE - Bpk Buanergis Gultom
  39. 1666373800006 - JNE - Bpk Widodo Sutoyo
  40. 1651266080009 - JNE - Bpk A Mahfuzn M
  41. 1666373770002 - JEE - Bpk Teguh Hariyanto
  42. 1669768190003 - JNE - Bpk Anthony W
  43. 1678690590003 - JNE - Bpk Heriyanto Irawan
  44. 1704346690008 - JNE - Ibu Selvi
  45. 1704371340008 - JNE - Ibu H Liliek W
  46. 1704371360006 - JNE - Ibu Supriatini
  47. 1712847010003 - JNE - Ibu Anita Rosalina
  48. 1716595240002 - JNE - Ibu Retno Wahyuni
  49. 1698101690009 - JNE - Ibu Kartika Katono
  50. 1712757770004 - JNE - Bpk I Made K Y
  51. 1712769420003 - JNE - Bpk Muhsin Nugroho
  52. 1704361840006 - JNE - Ibu Chrismawati
  53. 1716646130009 - JNE - Ibu Agnes Bulan

Nama Lain Daun Kelor di belahan dunia

Other names for Moringa in English include:
  • "Drumstick tree", from the appearance of the long, slender, triangular seed pods.
  • "Horseradish tree", from the taste of the roots, which can serve as a rough substitute for horseradish.
  • "Ben oil tree", from the oil derived from the seeds
The Chinese name of the Moringa (辣木), pronounced "la mu" in Mandarin and "lat mok" in Cantonese, means "spicy (hot) wood", and is reminiscent of the English name "horseradish tree".
In some Indian-origin languages, the name is phonetically somewhat similar to Moringa, while in others it is quite different.
  • In Assamese, it is called Sojina.
  • In Punjabi, it is called Surajana.
  • In Tamil, the tree is called Murungai Maram (முருங்கை மரம்) and the fruit is called Murungai-kaai (முருங்கைக்காய்).
  • In Hindi, it is called sahjan (सहजन).
  • In Urdu, it is called Sohanjna.
  • In Marathi, it is called Shevaga (शेवगा).
  • In Rajasthani, it is called Shenano.
  • In Malayalam, it is known as Muringa, and the fruit is called Muringakaya or Muringakka.
  • In Dhivehi (Maldivian) , it is called Muranga.
  • In Kannada, it is known as Nuggekayee (ನುಗ್ಗೆಕಾಯಿ).
  • In Tulu, it is known as Noorggaee.
  • In Telugu, it is known as Munagachettu (మునగచెట్టు), and the fruit is called Munagakaya (మునగకాయ).
  • In Konkani, it is called Muska Saang or Mashinga Saang.
  • In Gujarati, it is called Saragvo.
  • In Oriya, it is called Sajana or Sujuna.
  • In Bengali, it is called Shojne danta (সজনে ডাঁটা).
  • In Nepali, it is known as Sajiwan or Swejan.
  • In Guyana, it is called Sijan.
  • In Hausa language, it is called Zogale.
  • In Sinhalese, it is called Murunga.
  • In Sindhi language, it is called Sohenjara. The fruit may also be called Singi or Singyu [plural].
  • in Siraiki it is called sohanjra. The flower is called bhata.
  • In Thai, it is called ma rum (มะรุม).
  • The Tagalog name in the Philippines - Malunggay - is also phonetically similar to "Moringa". In Ilocano, another Filipino language, it is called Marungay. It is called Kamunggay inVisayan. Malungge in Pampango or Kapampangan. In the Bikol language, it is referred to as Kalunggay.
  • In Vietnamese, it is called "chùm ngây".
  • In Haiti, the Moringa is called the benzolive (or benzolivier).
  • In Nicaragua, the plant is referred to as Marango.
  • In Indonesian, the Moringa is called kelor (kalor in Malay).
  • In Javanese, it is called limaran.
  • In Mooré (Burkina Faso), it is called "Arzan Tiiga," which means "tree of paradise".
  • In Zarma (Niger), it is called Windi Bundu which means, loosely, "fencepost wood", a reference to its use as live fencing. The leaves are the primary part eaten, and in fact are so common that the Zarma word "kopto", or "leaf", is synonymous with cooked Moringa leaves.
  • In Dioula (Côte d'Ivoire), it is called "Arjanayiiri".
  • In Mauritius, the leaves are called "Brède Mouroum", while the drumstick part is known as "Bâton Mouroum".
  • In Konkani (Goa) it is called Saang or Maska Saang or Mashinga Saang.
  • In Ilokano it is called marunggay or marunggi.
  • In Myanmar (Burma) it is called "Dandalun".
  • In Chichewa language of Malawi they call it " Cham'mwamba"
  • In Madagascar it is called "ananambo"

Selasa, 01 November 2011

Daun Kelor


Dunia tak selebar daun kelor, seringkali kita mendengar pepatah yang satu ini. Maksudnya adalah bahwa dunia ini amatlah sempit, bahkan tak cukup lebih besar daripada daun kelor yang luasnya kira-kira hanya seluas kuku orang dewasa saja. Daun kelor memanglah kecil, namun dalam satu tangkai biasanya daunnya berkelompok dan terlihat rimbun. Daun ini sudah lama dikenal nenek moyang kita. Orang Madura menyebutnya sebagai Maronggih, Di daerah Sunda dan Melayu ia disebut kelor, di Aceh ia disebut murong, orang Ternate mengenalnya sebagai kelo, di Sumba ia disebut kawona, sedangkan di ranah Minang ia dikenal dengan nama munggai.

Tumbuhan kelor ini berasa agak pahit, bersifat netral dan tentu saja tak beracun. Kulit akarnya mengandung minyak terbang. Biji tumbuhan kelor mengandung minyak ’behen’, dan terdapat myrosine, emulsine,alkaloida pahit tak beracun, serta vitamin A,B1,B2 dan C pada sel-sel tertentu. Efek farmakologis yang dimiliki oleh kelor adalah anti-inflamasi, anti-piretik dan antiskorbut.

Daun Kelor pada umumnya dimanfaatkan sebagai sayuran. Di daerah asal saya Madura, ia biasa digunakan sebagai sayur berkuah sebagai teman makan siang. Saya suka sekali makan ditemani sayur yang saya kenal dengan nama Ghangan Maronggih (Sayur Kelor) ini, sebab selalu membangkitkan memori masa kecil dan tanah kelahiran saya. Namun Selain dimanfaatkan untuk sayuran, akar, daun serta bijinya juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit.

Hubungi 085755459098 - Untuk Produk Kapsul Morifera Daun Kelor